Petani di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, rugi akibat serangan hama wereng terhadap hasil panen pada musim tanam kali ini.

“Akibat serangan hama wereng, hasil panen kali ini dipastikan menurun tajam. Jika biasanya dalam keadaan normal setiap hektare sawah bisa meraih keuntungan sebesar Rp22 juta, akibat serangan hama hasil panen bisa turun hingga 50 persen,” kata Yanto, petani asal Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Senin (10/1).
Menurutnya, hama wereng yang menyerang sawahnya bermacam-macam, yaitu hama wereng cokelat, wereng punggung putih, hingga hama wereng hijau. Hama wereng ini menyerang secara sporadis di bagian batang hingga pangkal padi yang mulai berbulir.

“Awalnya, wereng menyerang bagian pangkal batang. Setelah itu hama ini menghisap bagian tanaman lainnya hingga tanaman layu, tidak berbulir, dan akhirnya mati,” tutur Yatno.

Hal yang sama diungkapkan oleh petani lainnya, Sukadi. Menurutnya, hama wereng tersebut menyerang bagian pangkal tanaman, hingga membuat padi mengering dan akhirnya mati. Bulir padi juga tidak berisi dan jika digiling tidak dapat menghasilkan beras yang bagus.

“Kerusakan hampir mencapai 50 persen dari total tanaman padi di kawasan Desa Gemarang. Jika terus-terusan seperti ini, dipastikan kami akan gagal panen,” kata Sukadi.

Para petani mengaku kewalahan oleh serangan hama wereng kali ini, karena hama tidak mempan diatasi dengan pestisida. Selain itu, belum ada petugas penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian yang mendatangi lokasi untuk melihat keadaan.

Serangan hama wereng merusak tanaman padi petani secara sporadis di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kedunggalar, Kwadungan, Geneng, dan Ngawi. Hama menyerang tanaman padi berumur 65 hari yang mulai menguning dan berbulir, hingga banyak yang mati.

*)sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/01/