Sekalipun baru dieksporkan secara perdana pada bulan November nanti, Java Coffee Bondowoso jenis arabika telah masuk dalam tiga besar kopi spesial (specialty coffee). Sementara itu, produksinya telah masuk empat besar dunia. “Rasa kopi ini memang memiliki kekhasan, yaitu keasaman yang bagus, flavour-nya pun bagus. Bahkan memiliki kesan spicy, (atau) kesan rempah, seperti rasa kayu manis,” ungkap peneliti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Surip Mawardi, kepada Kompas.com, di Bondowoso, Jawa Timur, Jumat ( 10/6/2011 ).

Setelah dilakukan acara peluncuran ekspor perdana Java Coffee Bondowoso ini, realisasi ekspor pun akan dilakukan pada November mendatang. Sebanyak satu kontainer kopi jenis arabika atau sekitar 18 ton, yang dihimpun dari produksi lima kelompok tani di Kecamatan Sumberweringin, akan diekspor ke Swiss. Harga yang sudah disepakati oleh pihak eksportir, dalam hal ini PT Indokom Citra Persada, nilainya lebih dari dua kali lipat dari harga yang diterima petani sekarang ini. Tepatnya dengan harga Rp 38.000 per kilogram. Harga tersebut mengikuti harga pasar di New York. Saat ini ekspor kopi, yang dihasilkan dari 7.000 hektar lahan arabika dan 10.000 hektar lahan robusta, masih dalam jumlah yang terbatas karena petani tidak mempunyai gudang penyimpanan.

*)sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/06/10/