Tahun anggaran 2011 ini, Komisi B DPRD Demak membahas pembiayaan mesin penggilingan padi (rice mill) dan alat pengering gabah yang diperuntukan bagi pengelola Koperasi Unit Desa (KUD) dan Usaha Dagang (UD), dengan total anggaran Rp 167 juta.

Alat penunjang produksi padi tersebut akan diberikan kepada satu KUD dan lima UD yang tersebar di 4 kecamatan yakni kecamatan Dempet, Guntur, Kota Demak dan Karanganyar.

Namun, belum sampai anggaran tersebut dibahas tuntas, muncul kabar bahwa ada oknum yang mengaku dapat mencairkan dana tersebut asalkan mendapat jatah (fee).

Anggota Komisi B DPRD Demak Fahrodli yang berbicara, Minggu (13/3/2011) mendapat informasi bahwa ada sejumlah oknum yang meminta jatah kepada pengelola KUD maupun UD, dengan iming-iming mudah mencairkan anggaran tersebut. “Tapi belum diketahui siapa orangnya,” ujar dia.

Menurut politisi PAN tersebut, anggaran untuk penguatan pembelian gabah dan beras petani itu tidak boleh di potong serupiahpun. Siapapun yang sengaja meminta jatah pencairan anggaran harus ditindak tegas. “Anggaran tersebut menggunakan uang rakyat, maka harus kembali untuk rakyat,” tegasnya.

*) Sumber: kompas.com