Sedang asyik membersihkan aliran sawah, Aisyah (45) tiba-tiba tertimpa longsor dari tebing setinggi 25 meter di kaki Gunung Sumbing, Magelang, Jawa Tengah. Warga desa berupaya menyelamatkan nyawanya, namun gagal.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Sentosa, Desa Pasangsari, Kecamatan Windusari, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (6/1/2011). Sebelumnya, Aisyah datang ke sawah untuk mengantar makanan kepada buruh taninya, Nasir (45).
“Setiap pagi, ibu Aisyah datang ke sawah mengirimi makanan untuk saya yang bekerja sebagai buruh yang menggarap sawahnya,” tegas Nasir, kepada detikcom di lokasi kejadian.

Setelah sampai di sawah, makanan ditaruh di gubuk. Aisyah lantas membersihkan beberapa bagian saluran air sawah yang sempat tersendat. Sementara, Nasir mencangkul sawah milik majikannya.

Namun tiba-tiba, terdengar suara gemuruh sangat keras datang dari atas tebing. Ternyata, tebing di sekitar sawah runtuh dan menimpa korban Aisyah yang sedang membersihkan saluran.

“Saya panik bercampur kaget. Soalnya saya sedang sibuk mencangkul, mau lari tetapi saya dalam posisi sulit dan tidak bisa menyelamatkan Bu Aisyah,” tegas Nasir dengan wajah sedih.

Nasir kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga yang datang berbondong-bondong berusaha mengevakuasi korban secara manual dengan menggunakan cangkul dan perlatan seadanya. Akibatnya korban Aisyah yang sudah terkubur hampir selama dua jam di kedalaman dua meter itu tidak bisa terselamatkan oleh warga.

“Posisi saat tewas ibu Aisyah tengkurap dan sudah tidak bernafas lagi,” tegas Nasir.

Dua jam kemudian, baru jasad korban dibawa ke rumah duka, disambut isak tangis keluarga. Bahkan dua anaknya sempat jatuh pingsan mendapati ibunya tewas.

Kepala Desa Pasangsari, Jamaludin kepada detikcom menyatakan kawasan perbukitan Gunung Sumbing itu memang rawan longsor. Apalagi, beberapa tebing yang ada dalam kondisi mengkhawatirkan ditambah curah hujan yang cukup deras.

“Kondisi tanah labil dan gembur. Sebelumnya di sana dikabarkan pernah juga terjadi longsor. Kita imbau masyarakat supaya berhati-hati,” tegas Jamaludin.

Kapolsek Windusari, AKP Jemiyanto yang datang ke lokasi kejadian kepada detikcom menyatakan kejadian tersebut untuk sementara murni kecelakaan. “Apalagi di atas juga merupakan area pemakaman umum warga sehingga kondisi tanahnya gembur dan membahayakan warga sekitar,” tegas Jemiyanto.

*) sumber: http://www.detiknews.com