Jum’at malam 24 Juli 2010, Metro TV menayangkan Kick Andy dengan thema “Melawan nasib di ujung senja”. Inilah  kisah penuh inspirasi  dari para  nenek yang  bertahan melawan  nasib dengan  kemandirian  dan kerja keras  di  usianya  menjelang senja. Sebuah tayangan yang (mestinya) menggugah semangat anak muda untuk terus berjuang. Berikut adalah data mereka…termasuk salah satu yang tidak dikunjungi Kick Andy.

  1. mbah Redjo dari Bantul , usia 75 tahun, 40 tahun lebih sebagai perajin dan penjual mainan tradisional, menempuh perjalanan 10 km dengan berjalan kaki,  penghasilan Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari.
  2. mbah Klimah dari Temanggung, usia (hampir) 90 tahun, sejak muda sebagai pemecah batu dari pagi hingga sore (diselingi istirahat makan siang), penghasilan Rp 60.000 – Rp 80.000 per 2 (dua) minggu.
  3. mbah Dasi dari Solo, usia 75 tahun, 35 tahun sebagai penjual nasi liwet solo, bekerja sejak dini hari hingga menjelang siang, penghasilan kotor Rp 600.000 per hari.
  4. mak Enik dari Purwakarta, sebagai buruh pembuat genteng dengan penghasilan Rp 20.000 per hari.
  5. mak Ida dari Tangerang, sebagai pengupas kacang.
  6. khusus nomor ini unofficial (tidak diliput host Kick Andy): mbah Ali dari Kelor Turi Sleman Yogyakarta, usia 80 tahun, sebagai pedagang (apapun, terutama hasil bumi), Setiap hari berjalan kaki sejauh 3 km sambil menggendong barang dagangan dengan bobot 10an kg. Suatu ketika pernah keterusan naik angkutan umum karena tertidur. Ketika terbangun, ia turun dan balik berjalan kaki kurang lebih 5 km – jiwa bisnisnya mengharuskannya begitu. penghasilan Rp 10.000 – Rp 15.000 per hari.

mbah Ali sedang melayani pembeli salak di Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor.
Jadi ingat, Almarhumah Mbahku dulu. Diusia sekitar 78-an, Beliau tetap gagah memanjat jambu air di belakang rumah, memetik segrompolan buah jambu kemudian Beliau bawa ke pasar untuk dijual. Meskipun sudah usia lanjut, namun Beliau pantang merengek kepada anak-anaknya.

Al Hamdulillah, meskipun belum bisa dikatakan orang kaya, namun putra-putrinya dapat dibilang berhasil.

Mari…!!! Saudara-saudaraku dan teman-temanku…. Janganlah mudah menyerah dengan kehidupan ini. Tuhan telah menjanjikan: Barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu dan karena keridloan-Nya, pasti Tuhan akan memberikan petunjuk (jalan keluar).