DEMAK–MI: Di saat harga kebutuhan pokok melonjak di pasaran, petani cabai di Kabupaten Demak dan Pemalang, Jawa Tengah hanya menjadi penonton.

Mereka tidak dapat menikmati tingginya harga cabai karena sawah dan ladang mereka tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan, mereka tidak dapat memanen satu kilogram cabai dari ratusan hektare ladang mereka.

 

 

Pada tahun ini, tidak ada satu batang tanaman cabai yang dapat tumbuh, karena sebagian besar ladang petani terendam banjir air laut pasang (rob).

“Pada tahun-tahun sebelumnya, dalam satu hektare sawah kami masih dapat menghasilkan sedikitnya dua ton cabai merah dan hijau, namun sekarang tidak dapat ditanami karena diterjang rob,” kata Sukamdani,48, warga Desa badong, Kecamatan Sayung, Demak.

Di Kabupaten Demak, hasil pertanian cabai biasanya dihasilkan di beberapa wilayah seperti Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Desa Badong dan Surodadi, Kecamatan Sayung.

Hal senada juga diungkapkan Sularsih,39, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Demak. Akibat banjir rob yang melanda sebagian desa dan sawah serta ladang, petani tidak dapat menanam apa pun di lahan tersebut.

Di tengah kenaikan harga cabai yang mencapai di atas Rp30.000 per kilogram petani hanya menjadi penonton. “Kita tak dapat apa-apa, bahkan tidak hanya cabai, tanaman lain seperti padi, jagung dan kacang hijau juga tidak dapat tumbuh,” tambahnya. (AS/OL-9)

*) Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/20/